Minggu, 24 Juli 2011

‘AD (kaum ‘Ad)

Kata ‘ad adalah nama suatu kaum Nabi Hud As. Menurut al-Qurtubi, nama ini diambil dari nama nenek moyang mereka yang bernama ‘Ad bin ‘Aus bin Iram bin Syalikh bin Arfakhsyad bin Sam bin Nuh. Nabi Hud sendiri adalah keturunan dari ‘Ad, yaitu melalui ayahnya Abdullah bin Rabah bin Al-Jalud bin ‘Ad. Kaum ‘Ad datang setelah umat Nabi Nuh As, sebagaimana firman Allah swt:

وَاذْكُرُوا إِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَاءَ مِنْ بَعْدِ عَادٍ وَبَوَّأَكُمْ فِي الْأَرْضِ تَتَّخِذُونَ مِنْ سُهُولِهَا قُصُورًا وَتَنْحِتُونَ الْجِبَالَ بُيُوتًا فَاذْكُرُوا آَلَاءَ اللَّهِ وَلَا تَعْثَوْا فِي الْأَرْضِ مُفْسِدِينَ

Dan ingatlah olehmu di waktu Tuhan menjadikam kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah kaum 'Aad dan memberikan tempat bagimu di bumi. Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah; maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan. (QS. al-A‘raf [7]: 74).

Daerah tempat tinggal mereka berada di pinggiran Hadramaut membentang hingga Yaman, demikian penjelasan Ibnu Kasir dan al-Qurtubi.

Kaum ‘Ad termasuk masyarakat yang kejam, sebagaimana firman Allah swt:

وَتِلْكَ عَادٌ جَحَدُواْ بِآيَاتِ رَبِّهِمْ وَعَصَوْاْ رُسُلَهُ وَاتَّبَعُواْ أَمْرَ كُلِّ جَبَّارٍ عَنِيدٍ

Dan itulah (kisah) kaum 'Ad yang mengingkari tanda-tanda kekuasaan Tuhan mereka, dan mendurhakai rasul-rasul Allah dan mereka menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang lagi menentang (kebenaran). (QS. Hud [11]: 59).

Jika menghukum seseorang tidak mengenal rasa perikemanusiaan, sebagaimana firman Allah swt:

وَإِذَا بَطَشْتُم بَطَشْتُمْ جَبَّارِينَ

Dan apabila kamu menyiksa, maka kamu menyiksa sebagai orang-orang kejam dan bengis. (QS. asy-Syu‘ara’ [26]: 130).

Peradaban kaum ini sudah sangat maju. Mereka membangun kota yang megah, tinggi-tinggi bernama Iram, sebagaimana firman Allah swt:

إِرَمَ ذَاتِ الْعِمَادِ

(yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi, (QS. al-Fajr [89]: 7).

Suatu kota yang belum pernah ada sebelumnya. Kota tersebut dikelilingi dengan benteng-benteng yang kokoh, sebagaimana firman Allah swt:

وَتَتَّخِذُونَ مَصَانِعَ لَعَلَّكُمْ تَخْلُدُونَ

dan kamu membuat benteng-benteng dengan maksud supaya kamu kekal (di dunia)? (QS. asy-Syu‘ara [26]: 129).

Penduduknya sangat sejahtera karena berlimpah kemewahan yang sangat banyak sampai-sampai mereka itu membangun setiap tanah yang tinggi tempat bermain, sebagaimana firman Allah swt:

أَتَبْنُونَ بِكُلِّ رِيعٍ آيَةً تَعْبَثُونَ

Apakah kamu mendirikan pada tiap-tiap tanah tinggi bangunan untuk bermain-main, (QS. asy-Syu‘ara [26]: 128).

Hal ini, menurut Ibnu Kasir, disebabkan oleh tanahnya yang subur, sehingga hasil perkebunan dan pertanian sangat melimpah. Dengan peradaban yang demikian, pantaslah mereka merasa diri cukup kuat, sebagaimana firman Allah swt:

فَأَمَّا عَادٌ فَاسْتَكْبَرُوا فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَقَالُوا مَنْ أَشَدُّ مِنَّا قُوَّةً أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّ اللَّهَ الَّذِي خَلَقَهُمْ هُوَ أَشَدُّ مِنْهُمْ قُوَّةً وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يَجْحَدُونَ

Adapun kaum 'Aad maka mereka menyombongkan diri di muka bumi tanpa alasan yang benar dan berkata: "Siapakah yang lebih besar kekuatannya dari kami?" Dan apakah mereka itu tidak memperhatikan bahwa Allah Yang menciptakan mereka adalah lebih besar kekuatan-Nya daripada mereka? Dan adalah mereka mengingkari tanda-tanda (kekuatan) Kami.(QS. Fushshilat [41]: 15).

Dibalik kehidupan mereka yang sejahtera dan makmur ternyata menjadikan mereka itu lalai sehingga mereka menyembah selain Allah swt seperti berhala dan itu diwariskan kepada anak-cucu mereka dan mereka sangat berpegang teguh terhadap kepercayaannya itu, sebagaimana firman Allah swt:

قَالُواْ يَا هُودُ مَا جِئْتَنَا بِبَيِّنَةٍ وَمَا نَحْنُ بِتَارِكِي آلِهَتِنَا عَن قَوْلِكَ وَمَا نَحْنُ لَكَ بِمُؤْمِنِينَ

Kaum 'Ad berkata: "Hai Huud, kamu tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti yang nyata, dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan kami karena perkataanmu, dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kamu.(QS. Hud [11]: 53).

Karena itulah, Nabi Hud diutus Allah untuk membimbing mereka ke jalan yang benar, yaitu menyembah hanya kepada Allah Swt. Sebagaimana firman Allah swt:

وَإِلَى عَادٍ أَخَاهُمْ هُوداً قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُواْ اللّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـهٍ غَيْرُهُ أَفَلاَ تَتَّقُونَ

Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum 'Aad saudara mereka, Hud. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain dari-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya ?"(QS. Al-A‘raf [7]: 65)

Tetapi kaum ‘Ad tidak menghiraukan seruan Nabi Hud dan tidak percaya terhadap apa yang disampaikannya, termasuk mendustakan hari akhirat, sebagaimana firman Allah swt:

كَذَّبَتْ ثَمُودُ وَعَادٌ بِالْقَارِعَةِ

Kaum Tsamud dan 'Aad telah mendustakan hari kiamat .(QS. Al-Haqqah [69]: 4). meskipun Nabi Hud mendatangkan suatu bukti kerasulan, sebagaimana firman Allah swt:

قَالُواْ يَا هُودُ مَا جِئْتَنَا بِبَيِّنَةٍ وَمَا نَحْنُ بِتَارِكِي آلِهَتِنَا عَن قَوْلِكَ وَمَا نَحْنُ لَكَ بِمُؤْمِنِينَ

Kaum 'Ad berkata: "Hai Huud, kamu tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti yang nyata, dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan kami karena perkataanmu, dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kamu. (QS. Hud [11]: 53).

bahkan menganggapnya sebagai orang yang kurang akal dan pendusta, sebagaimana firman Allah swt:

قَالَ الْمَلأُ الَّذِينَ كَفَرُواْ مِن قَوْمِهِ إِنَّا لَنَرَاكَ فِي سَفَاهَةٍ وِإِنَّا لَنَظُنُّكَ مِنَ الْكَاذِبِينَ

Pemuka-pemuka yang kafir dari kaumnya berkata: Sesungguhnya kami benar benar memandang kamu dalam keadaan kurang akal dan sesungguhnya kami menganggap kamu termasuk orang orang yang berdusta.(QS. Al-A‘raf [7]: 66).

Lebih dari itu, mereka juga menantang Nabi Hud dengan menyatakan bahwa jika memang benar apa yang disampaikannya itu, agar ditimpakan azab kepada mereka, sebagaimana firman Allah swt:

قَالُواْ أَجِئْتَنَا لِنَعْبُدَ اللّهَ وَحْدَهُ وَنَذَرَ مَا كَانَ يَعْبُدُ آبَاؤُنَا فَأْتِنَا بِمَا تَعِدُنَا إِن كُنتَ مِنَ الصَّادِقِينَ

Mereka berkata: Apakah kamu datang kepada kami, agar kami hanya menyembah Allah saja dan meninggalkan apa yang biasa disembah oleh bapak-bapak kami? maka datangkanlah azab yang kamu ancamkan kepada kami jika kamu termasuk orang-orang yang benar. (QS. al-A‘raf [7]: 70).

Karena pembangkangan yang mereka lakukan dan tantangan yang mereka minta, datanglah azab Allah berupa angin yang sangat dingin dan amat kencang, serta bergemuruh, yang berlangsung terus-menerus, sebagaimana firman Allah swt:

وَأَمَّا عَادٌ فَأُهْلِكُوا بِرِيحٍ صَرْصَرٍ عَاتِيَةٍ

Adapun kaum 'Aad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang (QS. al-Haqqah [69]: 6), dan juga firman-Nya:

فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحاً صَرْصَراً فِي أَيَّامٍ نَّحِسَاتٍ لِّنُذِيقَهُمْ عَذَابَ الْخِزْيِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلَعَذَابُ الْآخِرَةِ أَخْزَى وَهُمْ لَا يُنصَرُونَ

Maka Kami meniupkan angin yang amat gemuruh kepada mereka dalam beberapa hari yang sial, karena Kami hendak merasakan kepada mereka itu siksaan yang menghinakan dalam kehidupan dunia. Dan Sesungguhnya siksa akhirat lebih menghinakan sedang mereka tidak diberi pertolongan.(QS. Fushshilat [41]:16).

hingga menyebabkan mereka seperti pohon kurma yang tumbang satu persatu, dan apa yang dilewatinya akan hancur menjadi serbuk-serbuk, sebagaimana firman Allah swt:

وَفِي عَادٍ إِذْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ الرِّيحَ الْعَقِيمَ ، مَا تَذَرُ مِن شَيْءٍ أَتَتْ عَلَيْهِ إِلَّا جَعَلَتْهُ كَالرَّمِيمِ

Dan juga pada (kisah) Aad ketika Kami kirimkan kepada mereka angin yang membinasakan, angin itu tidak membiarkan satupun yang dilaluinya, melainkan dijadikannya seperti serbuk.(QS. adz-Dzariyat [51]: 41 dan 42).

Ketika azab itu datang, mereka sangat bergembira karena menganggapnya sebagai awan pertanda akan turun hujan. Awan itu seakan menelusuri lembah-lembah mereka. Akan tetapi, apa yang mereka sangka awan ternyata azab yang menghancurkan mereka dan kemewahan yang mereka miliki, sehingga yang tinggal hanyalah puing-puing yang berserakan, sebagaimana firman Allah swt:

وَعَاداً وَثَمُودَ وَقَد تَّبَيَّنَ لَكُم مِّن مَّسَاكِنِهِمْ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ فَصَدَّهُمْ عَنِ السَّبِيلِ وَكَانُوا مُسْتَبْصِرِينَ

Dan (juga) kaum 'Aad dan Tsamud, dan sungguh telah nyata bagi kamu (kehancuran mereka) dari (puing-puing) tempat tinggal mereka. Dan syaitan menjadikan mereka memandang baik perbuatan-perbuatan mereka, lalu ia menghalangi mereka dari jalan (Allah), sedangkan mereka adalah orang-orang berpandangan tajam, (QS. al-‘Ankabut [29]: 38).

Kata ‘Ad dengan arti kaum ‘Ad terulang 24 kali di dalam al-Qur’an. Kisah ini dimaksudkan agar menjadi pelajaran bagi mereka yang ingkar kepada Allah dan menentang rasul-Nya, yaitu bahwa betapapun manusia memiliki kekuatan atau kekuasaan yang luar biasa dan kekayaan yang melimpah ruah, seperti yang dimiliki oleh kaum ‘Ad, pasti akan hancur, mereka itu akan mendapat laknat, baik di dunia maupun di akhirat, Kisah ini juga merupakan motivasi kepada Nabi saw. dalam berdakwah, di mana setiap nabi dan rasul yang diutus oleh Allah pasti mendapat tantangan yang sangat berat dari kaumnya, sebagaimana ditegaskan di dalam firman Allah swt:

وَإِن يُكَذِّبُوكَ فَقَدْ كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ وَعَادٌ وَثَمُودُ

Dan jika mereka mendustakan kamu (Muhammad), maka sesungguhnya telah mendustakan juga kaum Nuh, kaum ‘Ad, dan kaum Samud (kepada nabinya) sebelum kamu. (QS. al-Hajj [22]: 42),

Juga di dalam surat Fushshilat (41): 13,

فَإِنْ أَعْرَضُوا فَقُلْ أَنذَرْتُكُمْ صَاعِقَةً مِّثْلَ صَاعِقَةِ عَادٍ وَثَمُودَ

Jika mereka berpaling, maka katakanlah, “Aku telah memperingatkan kamu dengan petir, seperti petir yang menimpa kaum ‘Ad dan Samud”. Ayat ini juga berlaku bagi seluruh umat Islam yang akan menegakkan agama Allah. (QS. Fushshilat (41): 13).

Apa yang telah Allah jelaskan tentang kaum Ad dalam al-Qur’an ini masih ada yang suka mempertanyakan apakah benar ada kaum ‘Ad itu atau hanya legenda saja, apa yang Allah swt jelaskan dalam al-Qur’an jelaslah kebenaran yang harus kita yakini, namun tidak ada salahnya saya lampirkan juga temuan ilmiah para Arkeolog, berikut ini:

Temuan Arkeologis Kota Iram

Pada permulaan tahun 1990 muncul keterangan pers dari beberapa Koran terkemuka di sunia yang mengemukakan;"Kota di Arabia Yang banyak diceritakan dalam sejarah Ditemukan", "Kota Legenda di Arab Ditemukan", "Ubar, Atlantis di padang pasir". Apa yang membuat temuan arkeologis ini membangkitkan minat adalah kenyataan bahwa kota ini yang juga disebut dalam Al Qur'an, sejak dahulu hingga saat ini banyak orang yang beranggapan bahwa kaum 'Ad sebagaimana diceritakan dalam Al Qur'an hanyalah sebuah legenda atau lokasi dimana 'Ad berada tidak akan pernah ditemukan, mereka tidak dapat menyembunyikan keheranannya atas penemuan ini. Penemuan kota ini yang hanya disebutkan dalam dongeng lisan Suku Badui, membangkitkan minat dan rasa keingintahuan yang besar.

Sisa-sisa dari kota Ubar, tempat tinggal kaum Ad, ditemukan di suatu tempat dekat tanjung Oman.

Nicholas Clapp, seorang arkeolog amatir yang menemukan kota legendaries yang disebutkan dalam Al Qur'an . Sebagai seorang Arabophile dan pencipta sebuah film dokumenter yang terpilih, Clapp telah menjumpai suku yang sangat menarik selama penelitiannya tentang sejarah Arabia. Buku ini berjudul "Arabia Felix" yang ditulis oleh seorang penulis Ingris bernama Bertram Thomas pada tahun 1932. Arabia Felix adalah sebuah roman yang menunjukkan tempat-tempat bagian selatan semenanjung Arabia dimana saat ini termasuk daerah Yaman dan sebagai besar Oman. Bangsa Yunani menyebut daerah ini "Eudaimon Arabia". Sarjana Arab abad pertengahan menyebutnya sebagai "Al-Yaman as-Saida" 2 . Semua penamaan tersebut berarti "Arabia yang Beruntung", karena orang-orang yang hidup didaerah tersebut dimasa lalu dikenal sebagai orang-orang yang paling beruntung pada jamannya. Apakah yang menjadi alasan bagi sebuah penunjukan seperti itu?.

Keberuntungan mereka adalah berkaitan dengan letak mereka yang strategis -bertindak selaku perantara dalam perdagangan rempah-rempah antara India dengan tempat-tempat di sebelah Utara semenanjung Arab. Di samping itu orang-orang yang berdiam di daerah ini menghasilkan dan mendistribusikan "frankincense" sebuah aroma wangi-wangian dari getah/damar sejenis pohon langka yang menjadi barang yang sangat penting dalam masyarakat kuno, tanaman ini digunakan sebagai dupa (asap wangi) dalam bebagai acara religi/keagamaan. Pada sat itu, tanaman tesebut setidaknya sama berharganya seperti emas.

Banyak karya seni dan monumen ari sebuah peadaban yang tingi yang didirikan di Ubar sebagaimana disebutkan dalam Al Qur'an. Saat ini, hanyalah peningggalan-peninggalan seperti diatas yang tersisa.

Seorang peneliti Inggris Thomas menyebutnya sebagai suku yang "beruntung", Ia dengan panjang lebar mengakui bahwa telah menemukan jejak bekas-bekas dari sebuah kota kuno yang dibangun oleh salah satu suku ini. 3 Kota ini dikenal dengan sebutan "Ubar" oleh suku Badui. Di dalam sebuah perjalanan yag dilakukan di daerah tersebut oleh suku Badui yang hidup di padang pasir telah menunjukan sebuah jalur usang dan menyataka bahwa jejak-jejak ini menuju ke arah kota kuno Ubar. Thomas yang menunjukkan keinginan besar dalam hal ini meninggal sebelum mampu menuntaskan penelitiannya.

Clapp yang mempelajari apa yang ditulis oleh Thomas sang peneliti Ingris, diyakinkan akan keberadaan kota yang hilang tersebut sebagaimana disebutkan dalam buku tersebut. Tanpa membuang waktu, Ia memulai penelitiannya.

Clapp mencoba dengan dua jalan untuk membuktikan keberadaan Ubar. Peertama, Ia menemukan bahwa jalan-jalan yang dikatakan oleh suku Badui benar-benar ada. Ia meminta kepada NASA (Badan Luar Angkasa Nasional Amerika Serikat) untuk menyediakan foto/citra satelit dari daerah tersebut. Setelah melalui perjuangan yang panjang, Ia berhasil membujuk pihak yang berwenang untuk memotret daerah tersebut.

Clap melanjutkan mempelajari naskah dan peta-peta kuno di perpustakan Huntington di California. Tujuannya adalah untuk menemukan peta dari daeah tesebut. Setelah melalui penelitian singkat, ia menemukan peta tersebut. Apa yng ditemukannya adalah sebuah peta yang digambar oleh Ptolomeus seorag ahli Geografi Yunani Mesir dari tahun 200 M. Dalam peta ini ditunjukan letak dari kota tua yang ditemukan di daeah tersebut dan jalan-jalan yang menuju kota tersebut.

Penggalian yang dilakukan di Ubar

Sementara itu. Ia menerima kabar bahwa gambar-gambar satelit yang diinginkannya telah diambil oleh NASA. Dalam gambar tersebut, bebeapa jejak kafilah menjadi nampak yang hal tersebut sulit untuk dikenali dengan menggunakan mata telanjang, namun hanya bisa dilihat sebagai satu kesatuan dari luar angkasa. Setelah membandingkan gambar-gambar dari satelit dengan peta tua yang ada ditangannya, akhirnya Clapp mencapai kesimpulan yang ia cari ; jejak-jejak dalam peta tua berhubungan dengan jejak-jejak dalam gambar yag diambil dengan satelit. Tujuan akhir dari jejak-jejak ini adalah tempat peninggalan sejarah yang luas yang ditengarai dadulunya merupakan sebuah kota.

Akhirnya lokasi kota legendaris yang menjadi subyek cerita-cerita lisan suku Badui diketemukan. Tidak berapa lama kemudian penggalian dimulai dan peninggalan dari sebuah kota mulai diangkat dari bawah gurun pasir. Demikianlah kota yang hilang sebagaimana disebutkan sebagai " Atlantis dari padang pasir, Ubar ".

Apakah hal tersebut membuktikan bahwa kota ini sebagai kota kaum 'Ad yang disebutkan dalam Al Qur'an ?.

Lokasi koa 'Ad yang ditemukan berdasarkan foto yang diambil dari pesawat ulang alik. Dalam foto terlihat, tanda panah adalah tempat dimana jejak-jejak kafilah bertemu, dan mengarah ke Ubar.

1. Ubar, hanya dapat dilihat dari luar angkasa sebelum dilakukan pengalian.

2. Kota yang berada 12 meter dibawah pasir nampak setelah dilakukan penggalian.

Saat itu juga reruntuhan-reruntuhan mulai dilakukan penggalian, ditengarai bahwa reruntuhan dari kota tersebut berupa pilar-pilar milik kaum 'Ad dan Iram seperti disebutkan dalam Al Qur'an, karena di berbagai susunan yang digali adalah menara yang merujuk/dihubungkan dengan yang ada dalam Al Qur'an. Dr. Zarins seorang anggota tim penelitian yang memimpin penggalian mengatakan bahwa selama menara-menara itu dianggap sebagai unsur yang menunjukkan ke-khas-an kota 'Ubar, dan selama Iram disebutkan mempunyai menara-menara atau tiang-tiang, maka, sejauh ini, itu merupakan bukti terkuat bahwa peningalan sejarah yang mereka gali adalah Iram, kota kaum 'Ad yang disebutkan dalam Al Qur'an:

Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum 'Ad, (yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain.( QS AL Fajr: 6-8).

Referensi

1. al-Qurthubi, al-jami’ Li Ahkamilqur’an

2. Ibnu Katsir, Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim

3. Thomas H. Maugh II, "Ubar, Fabled Lost City, Found by LA Team", The Los Angelas Times, 5 February 1992.

4. Kamal Salibi, A History of Arabia, Caravan Books, l98O.

5. Bertram Thomas, Arabia Felix: Across the "Empty Quarter" of Arabia, New York: Schrieber's Sons 1932, hlm. 161.

6. Charlene Crabb, "Frankincense", Discover, January 1993.



sumber dr www.nuansaislam.com

Rabu, 12 Mei 2010

Opus Supremus, Upaya Penyusupan Freemasonry ke Indonesia


Opus Supremus, Upaya Penyusupan Freemasonry ke Indonesia


Simak Wawancara dgn Eggi Sudjana Ketua Bidang PolKam Opus Supremus
Licio Gelli, seorang bankir Italia, sahabat tokoh bankir Italia pemilik dan pemimpin tertinggi 'Banco Ambrosiano,' Roberta Calvi, pada tahun 1963 bergabung ke dalam satu Loji Mason Konvensional (sejenis Lions Club atau Rotary Club) pimpinan Giodano Gamberini. Pada tahun-tahun berikutnya, ia mendapat mandat dari Gamberini untuk membentuk satuan tugas guna merekrut orang-orang penting di Italia, dan bahkan akhirnya juga di luar Italia hingga ke negara-negara Amerika Latin.

Maka, berdirilah sebuah organisasi bernama 'P2 Freemason’, yaitu LSM rahasia yang juga dikenal sebagai 'Raggruppamento Gelli'. Sebagaimana yang direncanakan, LSM ini bertugas mencari tokoh-tokoh nasional dan internasional untuk menjadi anggota Freemason.

Sungguh luar biasa, ketika Kardinal Albino Luciani terpilih dalam Sidang Konklave sebagai Paus –yang kemudian memilih nama kepausan Johannes Paulus I – telah terdaftar lebih dari 100 Kardinal, Uskup, dan Pastor Katholik Roma menjadi anggota 'P2Freemason.' Kenapa luar biasa?

Sejak berabad-abad sebelumnya, hukum Gereja 'Codex luris Canonici' yang berlaku di Vatikan menyatakan, bahwa "siapa pun anggota Gereja Katholik Roma yang menjadi anggota Freemason, tanpa kecuali, akan dikucilkan oleh Gereja". Dapat dibayangkan, betapa terkejut dan sedihnya Paus Johannes Paulus I membaca sebuah dokumen yang berisi 121 nama anggota 'P2 Freemason' yang sebagian besar adalah petinggi-petinggi Gereja Katholik Roma. Lalu, siapa sajakah mereka?

Mari kita cermati beberapa tokoh Vatikan yang menjadi anggota 'P2 Freemason' dalam daftar yang dibaca oleh Paus Johannes Paulus I. Pertama adalah Sekretaris Negara Vatikan, Kardinal Villot; lalu Menteri Luar Negeri Vatikan, Mgr.Agostini Casaroli; kemudian Wakil Uskup Agung Roma, Mgr. Ugo Peletti; Direktur Utama Bank Vatikan, Mgr. Paul Marcinkus; Kardinal Baggio; Mgr. Donate de Bonis, dan lain-lain.

Kardinal Villot tercatat sebagai anggota Freemason dengan nama Masonik Jeanni pada sebuah loji di Zurich, tanggal 6 Agustus 1966, dengan Nomor Loji 04/3. Bahkan, Kardinal Baggio telah menjadi anggota Freemason jauh-jauh hari sebelum Villot, yaitu tanggal 14 Agustus 1957, dengan Nomor Loji 35/2640. Tak terkecuali, mantan Sekretaris Paus Paulus VI, Mgr. Pasquale Macchi, tercantum juga dalam daftar itu.

Apa relevansinya kita mengungkap hal itu? Perlu kita ketahui bersama, pada tahun 1984, enam tahun setelah kematian Paus Johannes Paulus I yang dianggap media massa dan masyarakat Eropa sebagai ‘kematian misterius’, David Yallop menerbitkan hasil investigasinya selama tiga tahun menelusuri kematian misterius tersebut. Kesimpulannya adalah, “Paus Johannes Paulus I meninggal karena dibunuh menggunakan racun, dan yang bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut adalah ‘P2 Freemason’. Nama-nama tersangkanya adalah Mgr. Paul Marcinkus, Kardinal Villot, Calvi, Sindona, Kardinal Cody, dan Licio Gelli –yang semuanya adalah anggota ‘P2 Freemason’ dan sebagiannya ‘orang dalam’ Gereja Vatikan.”


Opus Supremus, Apa Itu?

Opus Supremus adalah sebuah LSM berbentuk yayasan yang didirikan oleh beberapa orang asing bersama beberapa orang Indonesia mantan perwira TNI/Polri, ahli hukum, ulama, aktivis organisasi, dan lain-lain. Yayasan yang didirikan di Jakarta ini dibuat di hadapan Notaris Mieske Soeryanto, SH, dengan Nomor Akta 10, pada tanggal 22 Agustus 2001. Didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan Nomor 250/yay/akm/2001.

Ketua Opus Supremus adalah seorang pengusaha perbankan yang bermarkas di Hong Kong, bernama Stanislav Ivanov Velinov. Ia juga mengaku sebagai agen eksklusif pabrik senjata api di China.

Selain Velinov, pendiri lainnya adalah Brigjen (Purn.) Mr. TNI-AL Soegiharto RGM, yang menjabat sebagai Ketua Badan Pengawas; Kolonel (Purn.) TNI-AL Anti Soemardi, yang menjabat Kepala Intelijen; dan mantan perwira Korps Marinir TNI-AL Suyono MK, sebagai Sekretaris Jenderal. Pengurus lainnya adalah Wawas Arles, sebagai Kepala Humas, dan Eggi Sudjana sebagai Ketua Bidang Politik dan Keamanan.

Opus Supremus adalah istilah bahasa Latin, yang diterjemahkan sebagai Supreme Work atau Karya Terbaik atau Amal Soleh.

Opus Supremus dimaksudkan untuk tampil sebagai sebuah LSM anti-terorism, anti-korupsi, dan anti-pencucian uang. Sungguh tujuan mulia, apalagi Opus Supremus bertekad akan menyeret koruptor-koruptor yang lolos dari jerat hukum Indonesia ke Mahkamah Internasional di Den Haag, Negeri Belanda.


Logo Opus Supremus



Logo Opus Supremus sangat mirip dengan logo tradisional Freemasonry, yang dicirikan oleh adanya gambar jangka dengan kaki terbuka dan sebilah mistar siku yang terbuka ke atas, serta lazimnya tertera huruf G di antara dua kaki jangka di atas mistar siku.

Improvisasinya dapat berbagai ragam, antara lain mengganti huruf G dengan segitiga atau piramida (yang merupakan lambang Illuminati) dengan gambar mata satu (yang merupakan lambang Lucifer). Ada juga yang menambahkan sinar matahari seperti halnya pada gambar logo di atas, yang juga melambangkan Lucifer.

Jadi, tak dapat disangkal, bahwa logo Opus Supremus sebenarnya adalah lambang Freemasonry. Bandingkan logos Opus Supremus ini dengan berbagai pola dan improvisasi lambang Freemasonry. Tidak berbeda bukan?

Apakah ini merupakan pertanda lahirnya Loji Freemason Indonesia (Indonesian Freemason Lodge) secara terang-terangan?


Lambang-lambang Freemasonry



1. Lambang Freemasonry klasik yang pertama kali dipakai, berupa tiga pilar.
2. Lambang Freemasonry tradisional dengan berbagai improvisasinya, yang tidak berbeda dari logo Opus Dupremus.
3. Berbagai modifikasi dan improvisasi lambang Freemasonry.
4. Lambang berbagai Loji Masonik (Masonic Lodge) Amerika Serikat.
5. Lambang Freemason beserta mata satu sebagai lambang Lucifer (Dajjal).
6. Lambang Freemason juga dipakai sebagai ornamen pada bross (pin) dan gesper ikat pinggang, yang juga banyak beredar di pasaran aksesoris Indonesia.


Anagram Lambang Freemason Pada Kedua Sisi Lambang Negara Amerika Serikat (The Great Seal of the United States)



Terdapat kemiripan pola dasar dan hubungan struktural antara disains sisi depan (Burung Garuda) dan disains sisi belakang (Piramida Illuminati) The Great Seal dengan lambang tradisional Freemason (Jangka dan Mistar Siku). Anagram ini membentuk bidang segienam (heksagonal) terdiri atas dua segitiga (satu segitiga tegak dan satu segitiga terbalik). Apabila sudut-sudut setiap segitiga dihubungkan, maka terbentuk Bintang Segienam atau Bintang Daud (Star of David), seperti ketigabelas bintang yang terdapat tepat di atas kepala Burung Garuda The Great Seal, yang merupakan lambang identitas Yahudi. Bukankah The Great Seal benar-benar suatu karya disains cerdas dan spektakuler?

Pada sebuah wawancara dengan harian Kompas hari Jum'at, 18 Januari 2002, Velinov mengatakan, "Kami tengah mengumpulkan data yang berkaitan dengan kasus-kasus korupsi di Indonesia. Kami tidak ingin setengah-setengah, makanya harus disiapkan betul-betul sebelum kami ajukan ke Mahkamah International. Sebab, tanpa didukung bukti-bukti yang lengkap dan akurat, akan sia-sia saja."

Namun, hingga tahun 2005 ini, Opus Supremus tampaknya belum mendapatkan data yang akurat tentang kasus-kasus korupsi di Indonesia, sehingga belum ada koruptor yang diajukan ke Mahkamah Internasional.


Mengapa Kita Perlu Waspada?

Selama tiga tahun terakhir sejak didirikan, tidak satu pun kiprah Opus Supremus muncul ke permukaan, baik dalam hal penanggulangan terorisme, pemberantasan korupsi, maupun pencegahan pencucian uang.

Tanggal 22 Agustus 2001 Opus Supremus berdiri dan didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sebagai sebuah LSM yang bergerak di bidang penanggulangan terorisme.

Tak lebih dari tiga minggu kemudian, tanggal 11 September 2001, Twin Tower WTC New York luluh-lantak ditabrak dua pesawat terbang penumpang dan sebuah sudut gedung Pentagon pun hancur ditabrak pesawat terbang serupa; yang ujung-ujungnya mengambinghitamkan Al Qaeda pimpinan Osama bin Laden dan mengorbankan rakyat dan negara Afghanistan. Sungguh penciuman yang sangat tajam, para pendiri Opus Supremus mampu mengendus bahwa terorisme akan menjadi topik hangat setelah berdirinya Opus Supremus.

Masyarakat dunia pun, termasuk Indonesia, mengamini rumor yang dilontarkan oleh George Bush itu. Sayang sekali, Opus Supremus ternyata hanya seekor macan ompong, meskipun memiliki struktur Bidang Intelijen pimpinan Kolonel (Purn.) TNI-AL Anti Soemardi. Sebagai LSM internasional anti-teror-isme, sebelum peristiwa tabrakan itu, seharusnya Opus Supremus mampu mengobok-obok tiga server komputer dari 13 server utama yang ada di WTC New York, yang menyimpan data tentang megaskandal penggelapan pajak, yang harus dihancurkan oleh pemiliknya.

Setahun kemudian, bom berkekuatan besar meluluhtantakkan Bali, dan setahun kemudian sebuah bom juga menggoncang Kedutaan Besar Australia di kawasan Kuningan, Jakarta, menyusul ledakan bom lainnya di Hotel JW Marriott di kawasan yang sama pula. Lalu, apa yang telah diperbuat oleh Opus Supremus?

Hal lain yang perlu dicermati adalah kontradiksi yang menyelimuti tokoh utamanya, Stanislav Ivanov Velinov. Ia mendirikan sebuah LSM anti-kekerasan dan anti-terorisme, sementara bisnis yang digelutinya selama belasan tahun adalah perdagangan senjata api. Artinya, selama ini ia hidup dari kekerasan, yang sekarang ingin ia jinakkan melalui Opus Supremus.

Yang penting untuk diwaspadai adalah logo Opus Supremus, yang terdiri atas sebuah jangka dengan kaki teruka dan sebilah mistar siku menghadap ke atas. Ini adalah pola dasar lambang tradisional Freemasonry. Selain itu, pada logo Opus Supremus juga terlukis sebuah segitiga atau puncak piramida dengan gambar mata satu, dan kepala jangka memancarkan sinar matahari. Atribut-atribut ini adalah lambang Lucifer atau Illuminati, seperti lukisan yang tertera pada sisi belakang Lambang Negara Amerika Serikat, The Great Seal (yang juga terlukis pada lembar uang kertas pecahan Satu Dolar Amerika Serikat.

Ini merupakan hal yang sangat luar biasa, bahwa Stanislav Ivanov Velinov dan kawan-kawan Indonesia-nya berani secara terang-terangan menampilkan lambang tradisional Freemasonry dan Lucifer atau Illuminati sebagai logo Opus Supremus.

Tahukah Anda, apa dan siapa Freemasonry itu? Freemasonry adalah sebuah kelompok sangat eksklusif yang telah berkiprah selama ribuan tahun, yang kini sepenuhnya di bawah kendali Kaum Yahudi penganut Kitab Talmud (Talmudian Jewish) yang mem-binatang-kan kaum selain keturunan ras Yahudi (mereka menyebut Goyim atau Gentile bagi manusia bukan keturunan ras Yahudi.

Setelah mencermati hal-hal tersebut di muka, “Apakah –dengan demikian– Opus Supremus ini sebuah Loji Freemason Indonesia yang dideklarasikan secara terang-terangan?”

Kalau jawaban atas pertanyaan itu adalah Ya, maka kita harus ekstra waspada, karena ini berarti penyusupan Freemason, yang berarti juga penyusupan Zionisme Internasional secara terang-terangan, tanpa tedeng aling-aling.


Tokoh PPP Merasa Dikelabui

Jum’at Pagi, 15 Juli 2005, Indra Adil dari Indonesia NewsNet telah tiba di Markas Besar Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) di kawasan Pasirangin, Kabupaten Bogor. Pagi itu, ia memang berjanji untuk suatu wawancara eksklusif dengan Ketua Umum/Presiden PPMI, Dr. Eggi Sudjana, SH, M.Si yang juga Anggota Dewan Pakar DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan seorang aktivis LSM terkenal.

Wawancara itu dumaksudkan sebagai konfirmasi mengenai tokoh demonstran yang pernah diklaim oleh Opus Supremus –sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Internasional– sebagai Ketua Bidang Politik dan Keamanan organisasi ini, sehubungan rencana NewsNet untuk menurunkan artikel mengenai Opus Supremus yang disinyalir merupakan sebuah Loji Freemason Indonesia (Indonesian Freemason Lodge). Berikut ini adalah wawancaranya, yang nampaknya lebih tepat disebut dialog daripada wawancara.

NewsNet: Assalamu'alaikum, Bung Eggi. Kami dari Indonesia NewsNet ingin mengkonfirmasi informasi tentang keterlibatan Bung Eggi di Opus Supremus.

Eggi: Wa'alaikum salam. Memangnya ada apa dengan Opus Supremus? Saya memang pernah aktif dan tercatat sebagai Ketua Bidang Politik dan Keamanan. Tapi, itu hanya sekitar satu bulan. Setelah itu saya tidak pernah aktif lagi. Sampai sekarang, saya tak tahu lagi aktivitas dan bahkan keberadaan Opus Supremus.

NewsNet: Sepanjang yang kami tahu, sampai sekarang sih belum ada apa-apa lagi. Kegiatannya yang pernah tercatat –setidaknya di suratkabar– justeru hanya yang di akhir 2001 dulu digagas oleh Bung Eggi; yaitu pertemuan 12 November 2001 yang dihadiri oleh tokoh-tokoh Islam garis keras, seperti Front Pembela Islam (FPI), Pemuda Hisbullah, Hizbut Tahrir Indonesia, Majelis Jundullah, dan PPMI pimpinan Bung Eggi sendiri. Pertemuan yang diprakarsai oleh Opus Supremus ini dihadiri juga oleh para diplomat asing, kira-kira 26 orang.

Eggi: Oh ya, ya…, saya ingat. Itu memang prakarsa dan upaya saya sebagai pengurus Opus Supremus. Ketika itu saya sangat tertarik dan bersimpati pada program-program mereka yang berkomitmen pada perdamaian dunia, pemberantasan penyalahgunaan narkoba, pemberantasan korupsi, dan money laundry. Saya kira, jika memang betul-betul [program mereka; red.] untuk hal-hal seperti itu, tentu saja merupakan niat yang mulia dan perlu didukung. Oleh karena itu, saya mempertaruhkan nama saya untuk pertemuan yang penting itu. Dan, karena saya pulalah, maka beberapa tokoh Islam garis keras itu bersedia hadir. Tetapi, saya kecewa karena saya merasa ajang pertemuan itu hanya dimanfaatkan sebagai alat untuk sosialisasi Opus Supremus kepada masyarakat luas, tanpa ada tindak lanjut dari semua yang ketika itu digembar-gemborkan oleh Opus Supremus. Yang lebih penting, naluri aktivis saya mengatakan ada sesuatu yang cukup misterius dalam organisasi tersebut, tanpa saya mampu menjabarkannya. Feeling yang begitu saja muncul bahkan rasanya tanpa sebab. Karena itulah, saya memutuskan tidak aktif lagi di organisasi itu. Ada sesuatu yang penting dengan Opus Supremus?

NewsNet: Tentu saja, Bung. Kajian kami menyiratkan begitu. Tapi, kami belum menemukan kebenaran yang sebenar-benarnya mengenai aktivitas mereka. Hanya saja, kehadiran mereka bersama beberapa warganegara asing sebagai pengurus dan anggota, membuat LSM yang didirikan dan terdaftar di Indonesia ini misterius dan tidak lazim. Apalagi mereka mengaku, bahwa organisasi ini memiliki cabang di 42 negara di seluruh dunia.

Eggi: Wah..., Anda serius sekali mengkaji Opus Supremus.

NewsNet: Ah..., tidak juga. Opus Supremus kami anggap hanya salah satu sel dari sekian banyak sel kekuatan rahasia (secret power) yang dalam kajian kami sedang mencoba dan bahkan telah mengobok-obok bangsa dan negara kita.

Eggi: Ada pihak-pihak yang sedang mengobok-obok kita?

NewsNet: Ah..., masa sih Bung Eggi tidak merasakannya. Sejak Reformasi, atau bahkan beberapa saat sebelum Presiden Soeharto lengser, tidak ada pemimpin kita yang mampu bertahan sampai penuh masa jabatan lima tahun, termasuk kabinet terakhir Soeharto, yang hanya seumur jagung. Di dalam tubuh partai-partai politik selalu inuncul pertarungan untuk hal-hal yang sangat dangkal, dan bahkan sekarang terjadi dalam hampir setiap partai. LSM-LSM tertentu tak henti-hentinya mengganggu jalannya pemerintahan tanpa mampu memberi opsi-opsi solusi, karena –di pihak lain– pemimpin-pemimpin kita memang tak henti-hentinya pula melakukan kekonyolan-kekonyolan kebijakan dan tindakan.

Militer kita tak henti-hentinya dirongrong oleh rakyatnya sendiri, karena mereka [militer; red.] sendiri tidak memiliki kekompakan dan rasa percaya diri. Tidak sedikit di antara mereka kami tengarai telah menjadi agen asing untuk menghancurkan masa depan anak-cucunya sendiri. Begitun pun intelijen-intelijen kita, yang sangat mungkin cukup signifikan jumlah personelnya telah berubah menjadi agen bermuka dua.

Bung Eggi pasti masih ingat sinyalemen Jenderal Riamizard ketika masih menjabat KSAD (Kepala Staf Angkatan Darat; red.). Beliau mengatakan ada 20.000 agen asing sedang bermain di Indonesia. Itu bukan angka main-main untuk suatu penyelusupan, dan pasti masuknya mereka atas bantuan orang dalam kita. Hebatnya, seorang KSAD pun ternyata tak mampu berbuat apa-apa. Belum lagi media massa kita –yang tanpa mereka sadari– juga mengadu-domba pemimpin-pemimpin kita, mengadu-domda partai politik dan para elit partai politik. Bahkan, akhir-akhir ini, sejalan dengan berkobarnya semangat otonomi daerah, kekacauan juga terjadi hampir dalam semua Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah; red.). Permusuhan antara penganut agama dan berbagai kelompok ethnis juga selalu dihembuskan. Ledakan-ledakan bom yang tak ada kaitannya dengan kita juga terjadi di mana-mana. Kemandulan kepolisian kita, yang tak pernah tak kecolongan. Berbagai skandal perbankan dan divestasi BUMN (Badan Usaha Milik Negara; red.) belum juga selesai menjadi polemik. Begitulah..., dan mungkin halaman tabloid kami akan penuh dengan daftar ketidakberesan apabila kekacauan di negeri tercinta ini satu per satu kita ungkap.

Eggi: Luar biasa analisis Anda. Lalu, apa kaitannya dengan Opus Supremus?

NewsNet: Tidak terlalu luar biasa, Bung. Tapi, begitulah seharusnya Anak-Bangsa ini berfikir dan bersikap.

Eggi: Ah..., Anda bisa-bisa aja...! Terus...

NewsNet: Tentang kaitan Opus Supremus, mungkin ada, tapi mungkin juga tidak ada.

Eggi: Lho..., bagaimana itu?

NewsNet: Kami memiliki informasi tentang organisasi yang mirip Opus Supremus berkedudukan di Italia. Pemimpin organisasi itu adalah seorang bankir internasional, yang juga seorang pialang senjata kelas dunia. Keorganisasiannya bersifat internasional, bahkan sampai ke Amerika Latin. Sasaran rekruitmen anggotanya juga sama, yaitu para tokoh militer, mantan militer dan kepolisian, para tokoh agama, dan tokoh-tokoh masyarakat lainnya. Nama organisasinya P2 Freemason. P2 artinya Demi Propaganda, yaitu nama sebuah Loji Freemason Tra-disional (Traditional Freemason Lodge) di Eropa.

Opus Supremus, meski tidak menggunakan kata Freemason, ternyata menggunakan logo –yang tak mungkin dapat dibantah– adalah lambang tradisional Freemason yang sedikit diimprovisasi sebagaimana logo-logo Loji Freemason lain di seluruh dunia; yaitu sebuah jangka yang kedua kakinya terbuka, sebuah segitiga atau piramida dengan satu mata dan cahaya matahari (Silakan bandingkan logo Opus Supremu dengan berbagai lambang Freemasonry.

Freemason sendiri adalah suatu organisasi rahasia paling tua dan terkuat di dunia, yang para petingginya adalah tokoh-tokoh Yahudi penganut Talmud (Talmudian Jewish; red.), tidak harus Yahudi. Dalam kiprahnya, mereka tak segan-segan meluluhlantakkan suatu negara atau pemerintahan, atau menghancurkan suatu kelompok ataupun suatu kekuatan kecil pun, yang mereka anggap akan menghalangi tugas dan pencapaian tujuan mereka.

Di Italia, P2 Freemason disimpulkan oleh seorang investigator, David Yallop, sebagai dalang pembunuhan-pembunuhan politik terhadap Vittorio Occorsio, Giorgio Ambrosili, dan Perdana Menteri Italia Aldo Moro. Kematian Paus Johanes Paulus I pada tahun 1978, menurut David Yallop, juga karena diracun oleh orang-orang P2 Freemason, yang beberapa di antaranya justeru orang dalam Vatikan sendiri. P2 Freemason juga bertanggung jawab atas pemboman Stasiun Kereta Api Bologna pada tahun 1980 yang menewaskan 85 orang dan melukai 182 orang tanpa dosa. Kemudian, mereka juga ditengarai berada di belakang beberapa kasus pemboman lain, seperti di Pizza Fontana, Milan 1969; di kereta api ekspres The Italicus Roma-Munich, Bologna 1974; dan beberapa lainnya. Padahal, selama ini semua pemboman itu ditimpakan kepada kaum Komunis, Brigade Merah, ataupun Baader Meinhoff.

P2 Freemason mungkin tidak sama dengan Opus Supremus. Tapi, beberapa kemiripan dalam personel pendirinya (seorang bankir internasional dan pialang senjata api kelas dunia), sasaran rekruitmen, sifat internasional, dan logonya yang tak mungkin dapat dibantah adalah lambang tradisional Freemasonry, sungguh sangat menantang untuk dicermati.

Eggi: Jadi, Anda dan Tim NewsNet salah-salah juga menghadapi kemungkinan dihancurkan, dong?

NewsNet: Sangat mungkin, bila analisis kami benar.

Eggi: Anda tidak takut?

NewsNet: He... he... he..., takut dong Bung. Tapi, kalau kita lebih takut kepada mereka daripada kepada Allah, kita jadi musyrik dong.

Eggi: Wah..., kalau analisis Anda dan kawan-kawan di NewsNet itu benar, saya jadi merasa dikadalin (dikelabuhi; red.) oleh Velinov dan kawan-kawannya. Sungguh saya tidak mengetahui sejauh itu, dan –kalau begitu– sampaikan permohonan maaf saya kepada sahabat-sahabat di FPI, Hizbut Tahrir Indonesia, Pemuda Hisbullah, Majelis Jundullah. Saya sangat menyesal. Jangan lupa, sekali lagi, sampaikan permintaan maaf saya kepada saudara-saudara kita semua itu.

NewsNet: Insya Allah, Bung. Kami akan sampaikan melalui Indonesia NewsNet. Tapi, kajian kami masih belum selesai, Bung. Rekan-rekan yang tergabung di dalam Tim re-Search Indonesia NewsNet –dengan berbagai disiplin ilmu dan profesi yang tersebar luas– sedang melakukan investigasi jaringan berbagai secret power dengan segala bentuk dan kamuflasenya. Semoga analisis sementara kami tentang Opus Supremus tidak mengandung kebenaran. Maksud kami, mereka betul-betul berniat baik seperti visi dan misi yang mereka canangkan; sehingga Bung Eggi tak perlu merasa dikadalin.

Sumber: Indonesia NewsNet Agustus 2005.


Ridwan Saidi: Eggi Sudjana Murni Dijebak

BERITA di Indonesia NewsNet Edisi 02, Agustus 2005, halaman 24, berjudul Eggi Sudjana Merasa Dikelabuhi telah menimbulkan kontroversi di kalangan aktivis Islam garis keras. Banyak SMS masuk ke handphone Egi Sudjana, yang mena-nyakan hal itu. Bahkan ada yang menuduh Egi bermain mata dengan kaum Zionis. Tentu saja Egi merasa tersudut-kan dan meradang.

Untuk mendapatkan informasi lebih dalam tentang kiprah kaum Zionis di Indonesia, Indra Adil dari Indonesia NewsNet mewawancarai Ridwan Saidi, aktivis senior yang menjadi ikon bagi para aktivis Islam garis keras dan dikenal menguasai tentang sepak-terjang kaum Zionis di Indonesia. Wawancara gado-gado Bahasa Indonesia campur dialek Betawi itu berlangsung di Hotel Ambara, BlokM, Jakarta.

Indonesia NewsNet: "Assalamu'alaikum, bang..."

Ridwan Saidi: "Wa 'alaikumsalam. Ade ape nih, tumben ente kagak ade angin kagak ade ribut pengen ketemu gue.”

INN: “Anginnye ade bang, ributnye emang kagak ampe kenceng, sih. Tapi bikin gerah sobat kite, Bung Egi.”

RS: “Kenape, soal die masuk organ Freemason kayak yang koran lu muat itu?”

INN: “Nah, itu abang tau.”

RS: “Iye. Gue udeh konfirmasi ke Egi, keterangannye ye kayak yang dimuat Indonesia NewsNet itulah.”

INN: “Tapi, kenape bisa begitu bang? Kok bisa-bisanye mereka merajalela di negare kite?”

RS: “Nah, ente harus tau. Banyak warganegare kite yang rela menjadi anggota Freemason, mulai dari kaum intelektual, pejabat, aktivis-aktivis LSM sampai anggota TNI. Kan koran ente sendiri yang memuat beberapa mantan perwira tinggi TNI menjadi anggota Opus Supremus. Sebagian dengan sadar, biasanya karena uang dan status sosial. Tetapi, ada juga yang tidak menyadari atau terjebak sebagaimana halnya Egi Sudjana.”

INN: “Kok begitu beraninye ye si Ivanov Velinov?”

RS: “Tentu, karena ia merasa telah dan akan mendapat perlindungan dari tokoh-tokoh bangsa kita sendiri. Seperti yang ente tulis di Indonesia NewsNet yang lalu, Suyono MK, mantan perwira TNI. Dan juga nama-nama lain yang mantan perwira tinggi TNI. Khusus Suyono MK, yang juga mengaku sebagai mantan perwira TNI, saya telah cukup lama mengenal nama ini. Nama ini sangat dikenal di kalangan pengamat gerakan Warsidi, Lampung. Entah kenapa kini ia bergabung dengan Ivanov Velinov. Velinov sendiri, seorang yang mengaku sebagai banker, pialang senjata, dan berasal dari Eropa Timur, sering terlihat di Restoran Peacock Hotel Hilton. Tampaknya ia mengambil basis lobby di tempat itu. Dari situlah ia merekrut tokoh-tokoh ataupun aktivis-aktivis kita untuk menjadi anggota atau jaringan organisasinya.”

“Khusus dalam merekrut aktivis-aktivis Islam, ia melakukan cara-cara yang lebih hati-hati dan halus, karena biasanya aktivis Islam sangat peka pada orang asing, apalagi dari Eropa dan Amerika.”

“Jadi, menurut saya Egi memang betul terkelabuhi atau terjebak. Hal yang sama juga pernah dialami oleh seorang aktivis Islam lain, yaitu Edwin Irmansyah, yang cucu tokoh nasional Tjokroaminoto.”

INN: “Kira-kira apa target Velinov?”

RS: “Tentu saja untuk mendapatkan agen yang mau bekerja untuknya. Karena itu, saya ingatkan kepada para aktivis Islam, jangan mudah terayu oleh agen-agen Zionis yang banyak bertebaran di negeri kita ini. Mereka bahkan kebanyakan adalah orang-orang bangsa kita sendiri. Ada yang sadar dan tidak sedikit yang tanpa sadar menjalankan program-program kaum Zionis di Indonesia. Lihatlah hasilnya, salah satu contoh adalah amandeman UUD ’45. Sekali lagi, Ummat Islam harus ekstra hati-hati.”

maap kalo ada membawa nama agama..

tapi ini sesuai wawancara yang di lakukan..

link na..

http://swaramuslim.net/more.php?id=A911_0_1_0_M

Rabu, 24 Februari 2010

"Kidon", Unit Mossad yang Khusus Membunuh dan Menculik




Pembunuhan terhadap tokoh penting gerakan perlawanan Islam Hamas yang juga salah seorang pendiri Brigade Izzuddin Al-Qassam Mahmud Mabhuh di sebuah hotel di Dubai bulan lalu, tidak ayal telah menaikkan kembali nama Mossad sebagai agen mata-mata rahasia yang konon paling canggih di dunia saat ini, dan sekaligus menjatuhkan citra kecanggihan dari agen-agen Mossad tersebut dalam menjalankan aksinya.

Bahkan sebagian kalangan menyebut aksi Mossad membunuh Mabhuh sebagai aksi para agen amatiran yang hidup di masa lalu dan menggunakan teknik-teknik yang sudah tidak layak digunakan lagi di era canggih saat ini.

Hanya dengan kamera CCTV yang terpasang di hotel, polisi Dubai dapat mengidentifikasi para pembunuh Mabhuh yang berjumlah 11 orang.

Operasi intelijen Mossad dalam membunuh Mabhuh, ternyata dilakukan oleh satu unit khusus yang ada di tubuh Mossad yaitu Unit "Kidon".

"Kidon" (yang berarti Bayonet dalam bahasa Ibrani) adalah nama salah satu departemen atau unit di dalam tubuh Mossad Israel. Unit "Kidon" ini termasuk salah satu unit pasukan Mossad yang paling terlatih, mereka sering menggunakan cara-cara penyamaran dalam aksinya, serta mereka mampu bekerja keras di bawah tekanan fisik dan psikologis. Dan tentunya anggota Kidon memiliki LK (License to Kill) izin boleh membunuh dari pemerintah Israel.

Unit "Kidon" di dalam tubuh Mossad mempunyai spesialisasi dan bertanggung jawab penuh dalam operasi-operasi pembunuhan dan penculikan terhadap tokoh-tokoh atau orang-orang yang dianggap menjadi musuh Israel.

"Kidon" di duga kuat menjadi aktor di belakang aksi-aksi pembunuhan balas dendam Israel dalam sebuah operasi yang bernama "Operation Wrathof God", di mana agen-agen Israel melakukan aksi balas dendam dengan melakukan aksi pembunuhan terencana dan rahasia terhadap tokoh-tokoh Palestina yang terlibat dalam pembantaian terhadap atlit-atlit Israel di Olimpiade Munich tahun 1972. Aksi-aksi agen "Kidon" Mossad membunuh tokoh-tokoh Palestina digambarkan secara dramatis oleh Hollywood lewat sebuah film berjudul "Munich" yang diperankan oleh seorang aktor Yahudi bernama Erick Bana.

Menurut seorang penulis Israel Aaron Klein, "Kidon" sebelumnya dikenal sebagai "Caesarea" sampai akhirnya terjadi reorganisasi unit Mossad tersebut pada pertengahan tahun 1970-an.

Walau dianggap unit Mossad yang paling terlatih dan canggih, "Kidon" juga tidak selalu berhasil melakukan misinya. Terbukti pada era 90 an, unit Mossad ini bisa gagal melakukan pembunuhan terhadap tokoh Hamas Khalid Misyal di Yordania. Bukan hanya gagal, anggota unit "Kidon" Mossad juga dapat dilumpuhkan oleh pengawal-pengawal Misyal, sehingga agen-agen Mossad tersebut bisa ditangkap dan diserahkan ke pihak berwenang Yordania. (fq/berbagaisumber)

http://eramuslim.com/berita/tahukah-anda/kidon-unit-mossad-yang-khusus-membunuh-dan-menculik.htm